Senin , 27 September 2021

Pemerintah akan jadikan sertifikat vaksin sebagai syarat untuk kegiatan publik

Sertifikat vaksin COvid-19 akan menjadi salah satu prasyarat dalam kegiatan publik.

Terdapat enam kegiatan yang mensyaratkan vaksinasi dalam penerapan protokol kesehatan. Antara lain adalah kegiatan perdagangan, kantor dan kawasan industri, transportasi, pariwisata, keagamaan, dan pendidikan.

“Kami akan segera melakukan pilot project yang mengatur secara digital penerapan prokes di enam aktifitas utama,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers, Senin (9/8).

Budi menyebut dalam uji coba, pemerintah akan bekerjasama dengan mal dan pusat perbelanjaan. Nantinya terdapat skrining pengunjung sebelum memasuki area mal dan pusat belanja.

Pengunjung yang telah mendapatkan vaksinasi akan mendapatkan fasilitas berbeda. Protokol kesehatan yang diterapkan bagi pengunjung yang telah divaksin pun akan lebih longgar.

“Kalau sudah divaksin mereka akan masuk dan memperoleh protokol yang lebih longgar dibandingkan dengan yang belum vaksin,” terang Budi.

Budi mencontohkan nantinya pengunjung restoran yang sudah divaksin dapat menempati meja untuk empat orang dan boleh membuka masker. Sementara pengunjung yang belum divaksin dibatasi lebih ketat dan ditempatkan di area terbuka.

Pemerintah juga telah memutuskan menggunakan aplikasi pedulilindungi sebagai dasar data vaksin. Nantinya data tersebut akan terintegrasi dengan berbagai aplikasi.

Sebagai informasi, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, hingga saat ini baru 50,63 juta orang mendapatkan vaksinasi dosis pertama. Sementara orang yang telah mendapatkan dosis kedua sebanyak 24,21 juta orang.

Pemberian vaksinasi masih diprioritaskan di wilayah Jawa dan Bali dengan alasan penularan dan kematian yang tinggi. Targetnya vaksinasi di 7 wilayah aglomerasi Jawa dan Bali akan mencapai 70% populasi pada akhir September mendatang.

“Kemudian 45 kabupaten dan kota di luar Jawa dan Bali akan mendapat prioritas untuk mendapat tambahan vaksin,” jelas Budi.

Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Herlina Kartika Dewi (kontan)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *