Sabtu , 19 Juni 2021

Pemerintah Siapkan Jadwal Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan pemerintah tengah menyusun jadwal pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 warga berusia 18 tahun ke atas.

“Tentunya usia di atas 18 tahun adalah salah satu kelompok yang menjadi target, dan pasti akan kita vaksinasi sesuai prioritas kelompok tersebut. Pemerintah sudah mempersiapkan schedule terkait ketersediaan vaksin yang ada,” kata Wiku dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, Rabu (9/6).

Wiku menyebut pemerintah saat ini masih memprioritaskan vaksinasi Covid-19 kepada tenaga kesehatan, kelompok lanjut usia, petugas pelayanan publik, kelompok masyarakat rentan, serta orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang belum mendapatkan vaksinasi.

Ia memastikan pemerintah tetap akan melakukan vaksinasi terhadap sasaran awal yakni 70 persen penduduk Indonesia atau sebanyak 181.554.465 penduduk.

“Kita memiliki prioritas, kita akan memastikan sesuai prioritas tercapai dahulu. Karena yang prioritas adalah kelompok masyarakat yang berisiko,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut keputusan vaksinasi warga berusia 18 tahun ke atas tergantung pada penilaian pemerintah daerah masing-masing.

“Kalau vaksinasi masyarakat umum 18 tahun ke atas tergantung kebijakan Pemda setempat untuk penilaiannya,” kata Nadia melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (9/6).

Sebelumnya, Kemenkes mengizinkan Pemprov DKI Jakarta melakukan vaksinasi terhadap masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas. Keputusan itu tertuang dalam edaran surat bernomor SR.02.04/II/1496/2021 yang diteken Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu pada 7 Juni 2021.

Keputusan untuk memperluas sasaran vaksinasi di ibu kota dilakukan sebagai upaya akselerasi vaksinasi. Selain itu pemilihan DKI sebagai pilot project dilatarbelakangi faktor penularan virus corona DKI Jakarta yang masih tinggi.

Kemenkes juga mempertimbangkan bahwa Jakarta merupakan ibu kota negara yang menjadi pusat pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga penting untuk segera menekan dan mengendalikan kasus Covid-19.

(khr/fra)cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *