Jumat , 30 Juli 2021

Pemimpin IS, Al-Baghdadi Tewas

KELOMPOK teroris Negara Islam (IS) telah mengonfirmasikan bahwa pemimpin mereka, Abu Bakar al-Baghdadi, tewas akibat serangan udara militer Rusia di Provinsi Nineveh, Irak, pada akhir Mei lalu.

Pernyataan yang dikutip dari Al Sumaria News Broadcaster itu juga menyatakan IS akan segera mengumumkan pengganti Al-Baghdadi. Penunjukan pemimpin baru tersebut memerlukan persetujuan delapan anggota dewan syura, badan penasihat untuk khalifah.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia pada 16 Juni lalu mengklaim serangan mereka ke Nineveh telah menewaskan Al-Baghdadi. Namun, saat itu mereka menyatakan masih perlu mengonfirmasikannya melalui berbagai jalur.

Tewasnya pemimpin IS itu juga disampaikan Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia. Lembaga yang mengawasi konflik di negara tersebut mengaku pihaknya menda­pat informasi dari para pemimpin uta­ma IS yang mengonfirmasikan kematian Al-Baghdadi. “Komandan tingkat atas dari IS yang hadir di Provinsi Deir Ezzor telah mengonfirmasikan kematian Abu Bakr al-Baghdadi,” ujar Rami Abdel Rahman, direktur kelompok pemantau tersebut.

Selain itu, dalam laporan yang dirilis pada 23 Juni disebutkan, jika Al-Baghdadi dikonfirmasikan tewas, ia mungkin akan digantikan salah satu dari dua letnan teratasnya, yakni Iyad Al-Obaidi dan Ayad Al-Jumaili. Keduanya perwira militer di bawah diktator Irak Saddam Hussein.

Di sisi lain, para ahli kelompok-kelompok Islam mengatakan mereka tidak melihat penerus yang jelas. Namun, Al-Obaidi dan Al-Jumaili dianggap sebagai calon utama meskipun keduanya tidak akan menganggap gelar Al-Baghdadi sebagai ‘khalifah’ atau komandan umat Islam.

Keduanya bergabung dalam pemberontakan salafi Sunni di Irak pada 2003. Mereka ialah pembantu utama Al-Baghdadi sejak serangan udara pada 2016 yang menewaskan wakilnya saat itu, Abu Ali al-Anbari, Menteri Perang Chechnya Abu Al-Shishani, dan pemimpin propagandanya di Suriah, Abu Al-Adnani.

Tewasnya Al-Baghdadi itu menjadi pukulan dahsyat bagi kelompok tersebut. Apalagi mereka juga kehilangan Mosul. (Arv/X-5)

(mediaindonesia.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *