Kamis , 29 Juli 2021

Penjelasan Sains Berlian Mudah Hancur Terbakar

Berlian merupakan barang berharga yang menjadi dambaan banyak orang. Fenomena terbaru yaitu perburuan berlian oleh warga Afrika Selatan karena nilainya yang bisa fantastis. 

Sebagian orang mempertanyakan apakah berlian mudah hancur karena terbakar atau justru sebaliknya percaya batu permata itu anti-api.

Ada beberapa temuan yang mengungkap perhiasan yang mengandung karbon itu dapat terbakar habis jika dibakar dengan suhu panas tertentu.

Berlian memiliki kandungan kimia yang terbilang sama persis seperti grafit. Jika dipanaskan dengan kuat dengan adanya oksigen, karbon dalam mineral itu akan bereaksi dengan oksigen membentuk gas karbon dioksida (CO2).

Sebagai contoh, senyawa lain yang mengandung karbon yakni bahan tumbuhan atau daging yang akan terurai dengan cepat jika dipanaskan dengan kuat.

Pada suhu normal serta adanya kelembaban dan bakteri, senyawa akan terurai sangat lambat menjadi gas, termasuk metana (CH4) dan karbon dioksida.

Dikutip Gem Society, mineral berlian dapat terbakar namun dengan menggunakan pemanas bersuhu 690 hingga 840 derajat celcius dalam suhu ruangan udara.

Berlian awalnya tidak akan terbakar pada panas yang rendah. Namun secara bertahap akan berada pada temperatur yang suhunya naik dan akhirnya dapat melebur menjadi gas.

Kemudian berlian akan terbakar tanpa henti dengan warna biru pucat, bahkan setelah sumber panas dimatikan.

Berlian secara bertahap akan menyusut dan akhirnya menghilang. Nyala api pada berlian akan berkedip terang dan kemudian menghilang, tidak meninggalkan jejak abu atau residu.

Dikutip Live Science, sebagian kandungan dari berlian adalah karbon, sama halnya seperti batu bara. Dibutuhkan lebih banyak pemanas agar membuat berlian terbakar dan membuat mereka tetap menyala seperti batu bara.

“Anda harus mengubah [karbon] padat itu menjadi bentuk gas, sehingga dapat bereaksi dengan udara untuk membuat api,” kata Rick Sachleben, pensiunan ahli kimia dan anggota American Chemical Society.

Sebagai perbandingan, batubara dengan volatilitas tinggi dapat menyala pada suhu sekitar 667 derajat celcius, sedangkan kayu menyala pada 300 derajat celcius.

Menurut Gemological Institute of America (GIA), berlian yang terperangkap dalam kebakaran rumah tidak akan hilang terbakar dan memuai menjadi asap, melainkan akan terbakar di permukaan api dan berlian terlihat berwarna putih.

Meski secara teoritis berlian dapat lenyap jika dibakar cukup lama. Namun, sebagian besar berlian memiliki beberapa unsur pengotor seperti nitrogen, jadi berlian dianggap tidak mudah langsung terbakar.

(can/mik)cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *