Rabu , 10 Agustus 2022

PERINGATI HARI KELUARGA, BKKBN SULSEL BERBAGI PAKET SEMBAKO KEPADA KELUARGA STUNTING

Makassar– Memperingati Hari Keluarga Nasional ke -29 Tahun 2022, Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Gerakan Berkunjung ke rumah Keluarga Stunting (Gerebek Stunting) berlokasi di Kelurahan Mamajang, Kota Makassar, Rabu (29/06/22).
Bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk dan KB (DPPKB) Kota Makassar, Kodim 1408/Makassar dan Perum Bulog Sulselbar, Kegiatan Gerebek stunting ini menyasar rumah keluarga dengan anak Stunting untuk pemberian bantuan makanan pemulihan gizi bagi anak penderita Stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd menyebutkan kegiatan ini sebagai upaya percepatan penurunan stunting dengan melibatkan mitra kerja lintas sektor
“Kegiatan Harganas tahun ini, BKKBN hadir dari rumah ke rumah untuk memberikan bantuan kepada keluarga berisiko Stunting, dimana sebelumnya telah dilakukan Pelayanan KB Sejuta Akseptor serentak di seluruh Indonesia” Terang Andi Rita
Dalam Pelaksanaan Gerebek Stunting ini dilaksanakan usai menyaksikan Pengukuhan KSAD TNI Jenderal Dudung sebagai Duta Bapak Asuh Anak Stunting dan penyematkan selendang Duta Bapak Asuh Anak Stunting oleh Kepala BKKBN dr. Hasto Wardoyo, Sp.Og (K) secara daring.
Hadir Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi, Asisten Teritorial Kepala Staf Kodam (Aster Kasdam) XIV/Hasanuddin Kolonel Arh Wirawan Yanuartono, S.Sos., M.Sos, Komandan Kodim 1408 Makassar, Letkol Inf. Nurman Syahreda, Kadis Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar, Chaidir, S.STP, M.Si.dan Pihak Perum Bulog Sulselbar dan sejumlah pemangku kepentingan serta tokoh masyarakat
Usai menyaksikan pengukuhan KSAD TNI Jenderal Dudung, Andi Rita menyatakan siap berkolaborasi dengan TNI dalam upaya penurunan angka Stunting di Sulawesi Selatan dengan melibatkan seluruh pihak yang ada untuk mencapai target angka Stunting 14% pada tahun 2024.
“Menindaklajuti kerjasama BKKBN Pusat dengan TNI dalam upaya penurunan Stunting, kita akan diteruskan ditingkat provinsi hingga kabupaten kota, kedepan kelaborasi kegiatan dalam pencegahan stunting akan kita tingkatkan bekerjasama Kodim di Kabupaten Kota” ujar Andi Rita
Andi Rita menyebutkan penanganan Stunting harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat, dimana angka Stunting Sulsel masih di atas nasional yaitu 27,6 persen.
“Masalah stunting tidak hanya berkaitan dengan masalah kesehatan tetapi juga terkait dengan sektor lainnya, sehingga penanganannya juga harus multi pihak” jelas Andi Rita
Sementara itu, Aster Kasdam XIV/Hasanuddin Kolonel Arh Wirawan Yanuartono mengatakan sesuai arahan KSAD TNI Jenderal Dudung, upaya penanganan Stunting akan ditindaklajuti mulai dari Kodam, Korem, dan Kodim, hingga Koramil untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat khususnya keluarga berisiko stunting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.