Sabtu , 19 Juni 2021

Pusat Belanja Sepi, Apa yang akan Pemerintah Lakukan?

Kementerian Keuangan memastikan telah menyiapkan berbagai upaya agar perekonomian Indonesia dapat tersebar secara merata di semua sektor.

Belakangan ini, beberapa pusat perbelanjaan mulai sepi, baik dari penjual maupun pembelinya.

“Semua kan dilakukan, artinya kebijakan pemerintah, kebijakan fiskal, moneter, sektor riil terus dikembangkan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara di Gedung DPR, Rabu malam.

Khusus kebijakan fiskal, pemerintah baru saja mencapai kata sepakat dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mengesahkan RUU APBNP 2017 menjadi UU.

“Itu tujuannya memberikan sinyal kepada dunia ekonomi bahwa APBN itu bisa dikerjakan dengan baik, estimasi rasio bisa diterima pasar, itu bagian untuk meningkatkan confident, kita berharap dengan confident itu swasta mau melakukan investasi,” papar dia.

Lanjut Suahasil, sumbangsih sektor konsumsi terhadap produk domestik bruto (PDB) sekitar 55{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8}, sedangkan investasi sekita 33{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8}, artinya dua sektor tersebut hampir mencapai 80{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8} lebih kontribusinya kepada PDB.

Tingginya kontribusi sektor konsumsi dan investasi terhadap PDB tidak lepas dari tingkat kepercayaan orang dalam melakukan konsumsi maupun investasi di Indonesia.

“Salah satu confident itu dilihat pemerintah sebagai salah satu aktor utama, kalau angka anggaran kredibel ini bisa dikerjakan, bisa dipenuhi, belanja bisa disalurkan, defisitnya terjaga, utangnya terukur sesuai apa yang sudah direncanakan, kemudian dengan inflasi yang stabil itu akan mempengaruhi daya beli masyarakat,” tutup dia.

(detik.com-ang/ang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *