Minggu , 28 November 2021

Sandhy Sondoro Harumkan Nama Indonesia di Rusia

PENYANYI kenamaan Indonesia Sandhy Sondoro, 43, baru saja menuai prestasi membanggakan. Laki-laki yang identik bernyanyi sambil memainkan gitar itu berhasil memenangi satu kompetisi musik di Rusia.

Sandhy mengharumkan nama Indonesia di White Nights of St Petersburg International Music Festival. Pria kelahiran Jakarta, 12 Desember 1973, tersebut berhasil meraih peringkat pertama sebagai Grand Prix Winner.

Lewat akun Instagram pribadinya, @sandhysondoro_official, Sandhy mengunggah fotonya yang mengenakan batik biru dan memegang piala serta sertifikat.

Pada keterangan foto itu, ia menulis, ‘Indonesia menjadi juara dunia. Terima kasih doanya semuanya, ya’. Sandhy mengalahkan penyanyi asal Israel, Thailand, Yunani, dan Rusia di peringkat kelima sebagai tuan rumah.

Upayanya membawa nama Indonesia di kancah dunia berbuah manis. Dalam keterangan pers sebelumnya, ia menyatakan terlibat dalam banyak ajang festival musik. Semua itu demi mengharumkan Tanah Air.

“Bagi saya, jangan pikirkan apa yang tanah airmu telah berikan kepadamu, tetapi berikanlah darimu yang terbaik sebanyak-banyaknya untuk tanah airmu. Mohon doanya agar niat dan usaha saya di ajang ini bisa membawa hasil yang baik dan mengharumkan nama bangsa Indonesia,” kata Sandhy melalui media sosial Instagram.

Ketelibatan Sandhy dalam International Music Festival of St Petersburg berawal dari tawaran agensi yang menaungi dirinya, Brandon Stone, di Eropa. Festival itu berlangsung di Oktyabrsky Grand Concert Hall, Rusia, pada 8-9 Juli. Dalam festival tersebut, Sandhy membawakan lagu End of Rainbow dan When a Man Loves a Woman.

Namanya sebagai penyanyi Indonesia telah dikenal di Eropa. Berbagai penghargaan telah ia dapatkan, di antaranya International Contest of Young Pop Singer ‘New Wave 2009’ di Latvia dan German Idol pada 2007 yang membawanya masuk industri rekaman di negeri itu.
Di dalam negeri, selain bernyanyi solo, Sandhy tergabung dalam grup Trio Lestari bersama penyanyi Glenn Fredly dan Tompi.

Pilih Indonesia
Walaupun telah berkarier dan sering pentas di Jerman, nasionalismenya hingga kini tidak perlu diragukan. Sandhy tetap memilih kewarganegaraan Indonesia. Belum lama ini laki-laki berzodiak Sagitarius itu menciptakan lagu Indonesiaku Damai yang juga ia nyanyikan perdana di Metro TV. Lagu tersebut, menurutnya, terinspirasi oleh keadaan Indonesia saat ini.

Sandhy memulai karier musiknya sebagai musikus jalanan di Kota Berlin, Jerman, mengamen di metro (kereta), dan bermain musik dari pub ke pub. Di jalanan Berlin pula ia mulai dikenal dan berkenalan dengan sejumlah musikus dan produser.

Setelah ia mengeluarkan album bertitel Why Don’t We pada 25 April 2008, akhirnya karya musiknya mendapat apresiasi positif di Jerman dan negara-negara Eropa lainnya. (H-2)

(mediaindonesia.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *