Senin , 18 Oktober 2021

Satire JK soal Tumpang Tindih Aturan di Indonesia

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengutarakan pernyataan satire terkait persoalan tumpang tindih aturan di Indonesia. JK menyebut, jika negara maju diukur dari jumlah peraturan, Keputusan Presiden (Kepppres) hingga acara seremonial, maka Indonesia negara paling maju di dunia.

Penyataan satire itu disampaikan JK saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2019 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Rabu (28/8/2019).

“Sekiranya suatu negara maju dengan peraturan, dengan Keppres, dengan upacara, hari-hari (peringatan), dengan segala macam aturan-aturan, maka Indonesia negara yang termaju di dunia ini,” kata JK.

JK mengungkapkan, masih banyak pekerjaan besar bagi Indonesia untuk terus berinovasi di bidang teknologi. Dia pun mengingatkan agar tidak perlu banyak melakukan upacara seremonial dan peringatan seperti peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) yang dihadirinya di Bali hari ini.

“Kita tak bisa maju dengan upacara seperti ini saja. Kadang-kadang kita cepat puas dengan datang ke acara seperti ini saja. Kita lupa ke lab, banyaknya ke acara, ke resepsi. Padahal kemajuan itu ada di lab, bukan di upacara,” paparnya.

Politikus senior Partai Golkar itu lalu membandingkan Indonesia dengan China dalam hal inovasi teknologi. JK menuturkan bahwa China hanya memiliki 2.500 universitas dan Indonesia memiliki 4.500 universitas. Namun China lebih maju dalam hal inovasi teknologi. 

“Artinya apa, jumlah universitas tidak relevan dengan hasilnya. Yang penting adalah entreveseu-nya, ketulusannya, fokusnya, dan sebagainya,” ucapnya.

JK meminta Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. Dia memerintahkan Menristekdikti menjadikan peringatan Hakteknas ini sebagai pijakan dalam mengevaluasi kembali kekurangan Indonesia dalam hal inovasi teknologi.

“Apa yang baik dibanding tahun lalu, apa yang bersaing dengan negara-negara lain, itu salah satu cara kita memperingati (Hakteknas). Sama dengan memperingati hari ulang tahun kita. Apa yang sudah saya buat? Apa lagi yang perlu saya buat?” pungkas JK. 

sumber : detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *