Kamis , 21 Oktober 2021

Sejumlah Kebijakan Pemkot Makassar

Pemerintah Kota Makassar menutup sementara Anjungan Pantai Losari selama 14 hari kedepan. Penutupan dimulai hari ini, Rabu (18/3/2020) hingga Selasa (31/3/2020). Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb mengatakan bahwa selama penutupan berlangsung, icon wisata Kota Makassar ini akan dilakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di semua anjungan yang ada.

“Sebelumnya kami minta maaf kepada masyarakat jika ada yang merasa di rugikan atau tidak nyaman dengan kebijakan ini. Namun, percayalah, ini salah satu pencegahan terbaik dalam melawan resiko penularan virus Covid 19. Memang Makassar belum dinyatakan sebagai wilayah persebaran virus, namun tentu kita tidak boleh lengah. Ini bagian dari tingkat ke waspadaan dalam mengurangi kerumunan warga, memperketat social distancing, dan mengajak warga untuk melakukan Self Isolation atau berdiam diri dirumah untuk sementara waktu jika tidak kebutuhan yang mendesak. Sebelumnya kita juga menghentikan sementara aktifitas di sekolah dan diganti dengan belajar di rumah” ujar Iqbal saat di konfirmasi diruang kerjanya, Rabu (18/3/2020).

Penutupan sementara Anjungan Pantai Losari tertuang dalam surat edaran Walikota Makassar tertanggal 17 Maret 2020 yang ditandatangani oleh Iqbal Suhaeb selaku Pj Wali Kota Makassar. Dalam Surat Edaran itu, Iqbal menginstruksikan untuk dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai gejala, tanda dan cara pencegahan penularan infeksi Covid 19. Selain itu Pemkot Makassar juga menutup sementara tempat daya tarik wisata milik pemkot Makassar, yakni Pantai Losari dan Museum Kota Makassar selama 14 hari ke depan. Selama proses penutupan akan dilakukan pembersihan dengan disinfektan.

“ Kita juga melakukan pembatasan jam operasional selama 14 hari ke depan untuk pusat perbelanjaan (Mall) , daya tarik wisata buatan dan usaha pariwisata seperti Tempat Hiburan Malam (THM), tempat karaoke dan panti pijat. Kita juga meminta seluruh manajemen usaha pariwisata, dan tempat-tempat umum lainnya termasuk tempat ibadah menyediakan wastafel dan sabun serta melakukan kegiatan rutin berupa pengecekan ketersediaan Hand Sanitizer pada tempat tertentu dalam area kerja” ujar Iqbal saat membacakan poin-poin yang tertuang di surat edaran yang dikeluarkan.

Selain itu, Iqbal juga meminta untuk dilakukan kordinasi secara berkala dengan puskesmas/ rumah sakit yang telah dirujuk oleh Pemkot Makassar dan Pemerintah Propinsi Sulsel.

“Kita meminta kepada masyarakat untuk sementara menghindari kegiatan di keramaian, membatasi aktivitas diluar rumah serta menjaga lingkungan tempat kita tinggal tetap bersih dan higienis” lanjutnya.

Surat edaran ini berlaku mulai hari Rabu (18/3/2020) dan akan di lakukan evaluasi sesuai perkembangan penyebaran penyakit Covid 19 di Indonesia.

Langkah preventif ini dilakukan oleh Iqbal menyusul penetapan Status Darurat Bencana Covid-19 oleh Pemerintah Pusat, serta penetapan virus Covid 19 sebagai pandemi oleh lembaga dunia WHO.

========================================================

IQBAL BENTUK GUGUS TUGAS PERCEPATAN PENANGANAN COVID 19

Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb terus bergerak memberi respon antisipatif untuk mencegah penyebaran virus Covid 19 di Kota Makassar. Usai menghentikan sementara kegiatan sekolah, Iqbal hari ini, Selasa (17/3/2020) menerbitkan Surat Keputusan Walikota Makassar terkait membentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. Tim ini di ketua Sekertaris Kota Makassar, Muhammad Ansar yang didukung oleh sejumlah elemen seperti Public Safety Centre 119, PMI , IDI, PPNI, Persakmi, Forum CSR, Ormas, UNICEF, swasta, serta seluruh jajaran di lingkup Pemkot Makassar.

“Kita merespon perintah Bapak Presiden (Jokowi) untuk membentuk Gugus Tugas Percepatan Pencegahan Virus Covid 19 di daerah.Alhamdulillah teman-teman disini memberi respon yang luar biasa, baik itu PMI, IDI, UNICEF dan lain-lainnya. Makanya hari ini kita langsung berkumpul sekaligus menggelar rapat perdana untuk menyusun langkah-langkah strategis yang dilakukan” ujar Iqbal usai memimpin rapat di ruang rapat Sekkot Makassar Selasa (17/3/2020).

Menurutnya, Gugus Tugas ini bekerja menciptakan percepatan penanganan dengan mengambil langkah-langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi antar seluruh elemen sebagai bentuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan kedaruratan kesehatan masyarakat terhadap ancaman penyebaran Virus Covid 19.

Sementara itu, Sekkot Makassar, Ansar yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas menjelaskan bahwa pihaknya akan massif melakukan pertemuan secara online untuk menghindari terjadinya kerumunan.

“Tim sudah terbentuk, selanjutnya dalam waktu cepat kita langsung bekerja sesuai dengan bagian tugas masing-masing. Tadi dalam pertemuan sudah banyak masukan, memetakan persoalan, mengukur potensi kita, termasuk siapa melakukan apa. Lebih detailnya akan kita bicarakan lagi secara teknis, namun komitmen kita bergerak cepat, tepat, termasuk menjaga ketenangan warga dari aliran informasi yang meresahkan” lanjut Ansar.

Usai melakukan pertemuan dengan seluruh tim Gugus Tugas, ditempat berbeda, Iqbal selanjutnya menggelar rapat koordinasi terbatas dengan seluruh pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Makassar. Hadir diantaranya Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol. Yudhiawan, Komandan Kodim 1408/BS Makassar Kol (Inf) Andriyanto SE, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Makassar.

Ansar yang juga hadir dalam rapat terbatas itu menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas situasi terkini di Makassar termasuk membangun beberapa pola kordinasi dalam menciptakan Makassar agar tetap tenang dan memastikan segala kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.

“Banyak hal yang dibicarakan terkait kesiap-siagaan dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Covid 19 di Makassar. Contoh saja di kepolisian, mereka saat ini dalam kewaspadaan penuh, termasuk menyiapkan tim khusus yang bisa bergerak setiap saat. Mereka memiliki peralatan yang sangat memadai, misalnya alat penyemprotan disinfektan yang bisa digunakan mensterilkan ruang-ruang publik yang dianggap rawan” ujar Ansar.

=====================================================================

IQBAL PERSIAPKAN RS DAYA MAKASSAR UNTUK PDP COVID RS 

HUMAS PEMKOT MAKASSAR,- Kota Makassar terus melakukan berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 yang saat ini sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pemerintah Kota Makassar bersama seluruh stakholder sangat serius meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, termasuk menghentikan sementara aktifitas sekolah
serta membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19.

Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb di dampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin bersama Direktur RS Wahidin Sudirohusodo Makassar Dr Khalid Saleh mengecek kesiapan rumah sakit sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Salah satu rumah sakit yang di kunjungi yakni RS Daya Makassar, Selasa (17/3/2020).

Meski tidak masuk dalam RS rujukan khusus pasien terjangkit corona di Kota Makassar, namun RS Daya di anggap mampu membantu RS rujukan untuk penanganan covid 19.

“Di RS Daya ini ada bangunan yang letaknya agak jauh dari ruangan perawatan yang saat ini bisa di manfaatkan dulu bagi warga yang di kategorikan pasien dalam pengawasan (pdp) berhubung kondisi RS rujukan seperti RS Wahidin saat ini sudah mulai kewalahan menampung pasien yang sementara dalam identifikasi”,ungkap Iqbal.

Senada dengan Pj Wali Kota Makassar, Direktur RS Wahidin Sudirohusodo Makassar Dr Khalid menuturkan bahwa saat ini RS Wahidin membutuhkan ruang tekanan negatif sebagai tempat isolasi pasien.

“Di Provinsi Sulawesi Selatan ada 7 RS rujukan namun ke 6 RS ini seperti RS Dr Tadjuddin Chalid, RS Lakipadada Toraja, RS Sinjai, RS Labuang Baji Makassar, RS Pelamonia Makassar dan RS Andi Makkasau Pare-Pare. Beberapa diantaranya masih sangat terbatas ruangan isolasinya, akibatnya pasien yang dinyatakan Pasien dalam pengawasan (PDP) banyak di rujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar, sehingga kita kewalahan”,pungkas Dr Khalid.

Pasien yang di duga memiliki gejala mengarah ke covid 19 harus menjalani perawatan terpisah dengan pasien sakit lainnya agar waktu pemulihan bisa cepat. Olehnya itu, pemerintah Kota Makassar mengecek RS mana saja yang memiliki bangunan yang dapat di gunakan untuk membantu penanganan kasus ini.

“Memang betul, RS Daya punya bangunan yang bisa di manfaatkan. Tinggal di desain khusus lalu di tambahkan sekat serta di sterilkan, ruangannya bisa di gunakan”,ujar Dr Ardin Kepala RS daya Makassar. (Nana/humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *