Selasa , 13 April 2021

Siklon Dahlia Muncul, Pemerintah Disarankan Bangun ‘Benteng’

Siklon Tropis Dahlia sudah terbentuk di Bengkulu dan bergerak ke Lampung, Banten, dan Jawa Barat. Hujan dengan intensitas tinggi dan angin kencang diperkirakan akan melanda kawasan itu.

“Beberapa wilayah akan mendapatkan hujan dengan intensitas sampai lebat yang terdampak (Siklon Tropis Dahlia). Saya lihat saat ini paling tidak Bengkulu, kemudian Lampung bagian selatan dan barat, kemudian Jawa Barat bagian selatan, kemudian Jawa Tengah bagian selatan,” papar Deputi Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, saat dihubungi detikcom, Rabu (29/11/2017).

Siklon Tropis Dahlia terbentuk di Bengkulu bagian selatan pada Rabu 29 November 2017 malam. Siklon ini berada pada posisi 8,2 Lintang Selatan dan 100,8 Bujur Timur atau sekitar 470 km.

Menurut Mulyono, daerah-daerah tersebut juga akan diterpa angin kencang. Dia mengimbau agar masyarakat waspada, terlebih di wilayah yang rawan banjir dan longsor. “Jabar bagian selatan ini kan rentan longsor, daerah Sukabumi, daerah Tasikmalaya, istilahnya dijaga, antisipasi kami larinya ke sana,” terang Mulyono.

Mulyono mengatakan analisa sementara BMKG menunjukkan Siklon Tropis Dahlia tidak akan mengarah ke daratan sehingga tidak berdampak terlalu parah terhadap kondisi cuaca.

Namun, dia mengingatkan musim hujan masih akan berlangsung sampai Februari 2018 mendatang. “Karena makin jauh, dampaknya tidak terlalu. Tapi perlu kami pahami juga bahwa pada bulan November ini kan masih musim penghujan, jadi meskipun dampak dari siklonnya barang kali sudah reda tapi sifat musim hujannya masih ada kan sampai Februari,” papar Mulyono.

Bangun Benteng

Ahli Cuaca dan Iklim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Armi Susandi menyarankan agar pemerintah membuat benteng-benteng di sekitar pantai untuk menahan ombak yang dibawa oleh Siklon Tropis Dahlia.

“Iya betul (membangun benteng-benteng). Saya kira begitu, harus dibikin tanggul permanen,” kata Armi saat dihubungi detikcom, Rabu (29/11/2017) malam.

Selain itu, menurut dia, pemerintah diimbau melarang tidak boleh berlayar. “Kalau sistem yang kita punya memang sudah tahu sebelum kejadian, 2-3 hari sebelum (siklon tropis) lahir. Waktu bibit sudah kelihatan sama kita tuh. Kira-kira ke mana (siklon tropis) kelihatan tuh. Harus berani kita melarang tidak boleh berlayar atau tidak boleh di lokasi itu,” ujar Amri.

Armi menjelaskan siklon tropis bergerak ke tempat-tempat yang berdekatan satu sama lain. Karena itu, dampak yang dibawa akan tambah berbahaya jika tidak segera diantisipasi.

“Daerah yang dirusaknya juga relatif sama. Nah kalau dia sudah mau tumbuh di Jakarta misalnya, nah fokus mitigasinya di Jakarta. Dia lama-lama bisa tsunami, seperti air bah. Terangkat air laut dibawa ke daratan. Kalau di Amerika dibangun itu benteng-benteng,” terang dia.

detik.com (mochamad zhacky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *