Selasa , 5 Juli 2022

Stok Gandum Dunia yang Tersisa Hanya Cukup untuk 2,5 Bulan

Kerentanan pangan dunia telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak krisis keuangan global 2008. Selain itu, stok gandum dunia hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 10 minggu atau 2,5 bulan. Demikian disampaikan CEO Gro Intelligent, Sara Menker dalam rapat PBB.

Gro Intelligence adalah perusahaan global yang menggunakan kecerdasan buatan dan data publik dan swasta untuk memprediksi tren pasokan pangan.

Dia menyampaikan dalam rapat khusus Dewan Keamanan PBB pada Sabtu, konflik Rusia-Ukraina bukan penyebab krisis keamanan pangan tapi karena “ditambahkannya bahan bakar pada api yang telah berkobar sejak lama.” Menker mengacu pada meluasnya kelangkaan pupuk, masalah rantai pasokan, dan kekeringan sebagai penyebab krisis.

“Bahkan walaupun perang berakhir besok, masalah keamanan pangan kita tidak akan selesai dalam waktu dekat tanpa tindakan bersama,” jelasnya, dikutip dari laman Russia Today, Kamis (26/5).

Dia menekankan, “tanpa tindakan global yang agresif, kita menghadapi risiko penderitaan manusia yang luar biasa dan kehancuran ekonomi.”

Krisis gandum dirasakan di seluruh dunia karena harga gandum melonjak ke rekor tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Produsen utama gandum seperti Rusia, Kazakhstan, dan India menghentikan ekspornya untuk melindungi kebutuhan pasar domestik. Sedangkan pasokan gandum Ukraina dalam bahaya karena perang yang sedang berlangsung.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran kerentanan pangan dan kelaparan di seluruh dunia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia (WFP) PBB, David Beasley, mengatakan 49 juta orang di 43 negara terancam kelaparan. [pan]

Reporter : Hari Ariyanti

kutipan : merdeka.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *