Kamis , 7 Juli 2022

Survei: Facebook Juara Medsos di RI, Kaltara Paling Banyak Akses

Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi wilayah yang paling sering mengakses media sosial di Indonesia. Facebook jadi aplikasi paling sering diakses.

Hal itu berdasarkan data hasil survei Profil Internet Indonesia 2022 yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang melibatkan 7.568 responden, 11 Januari hingga 24 Februari, yang dirilis Kamis (9/6).

Margin of error survei ini mencapai +/- 1,13 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

APJII menyatakan penetrasi layanan internet di Indonesia pada 2021-2022 mencapai 77,02 persen atau 210.026.769 jiwa dari total populasi 272.682.600 penduduk.

Berdasarkan perilaku penggunaan internet, media sosial menjadi konten internet yang paling sering diakses warga Indonesia dengan 89,15 persen. Peringkat selanjutnya adalah aplikasi percakapan atau chatting online (73,86 persen), dan belanja daring alias shopping online (21,26 persen).

Sisanya, masyarakat biasa menggunakan internet untuk bermain game online, membaca berita online, transportasi daring, musik online, email, aplikasi video/radio online, meeting online, belajar daring, dan aplikasi dompet elektronik.

“Sebagian besar responden pada 34 provinsi (rata-rata 90,53 persen) menyatakan konten internet yang sering diakses adalah media sosial,” demikian dikutip dari survei APJII itu.

Data yang sama mengungkapkan aplikasi media sosial yang paling sering diakses adalah Facebook dan disusul Youtube.

“Sebanyak 68,38 persen masyarakat Indonesia menggunakan aplikasi media sosial Facebook. Sebanyak 63,02 persen lebih sering menggunakan YouTube,” dikutip dari data survei APJII.

Untuk wilayah yang paling sering mengakses medsos, APJII mengungkapkan itu ada di Kalimantan Utara, provinsi RI termuda saat ini.

“Provinsi yang respondennya menyatakan mengakses media sosial, tertinggi Kalimantan Utara 98,73 persen dan terendah Bengkulu 78,26 persen,” ungkap APJII.

Dalam hal aplikasi percakapan, WhatsApp dipakai oleh 98,07 persen, disusul Facebook Messenger yang digunakan oleh 47,12 persen responden.

Sebelumnya, Ketua APJII Muhammad Arif Angga mengatakan pertumbuhan pengguna internet mengalami peningkatan akibat pandemi Covid-19, yakni dari 175 juta pada 2020 menjadi 220 juta pengguna pada 2021.

“APJII mencatat pengguna internet terus tumbuh dari tahun ke tahun kini jumlahnya semakin meningkat kurang lebih sekarang 77 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan internet,” kata, di acara Indonesia Digital Outlook 2022, di Jakarta, Kamis (9/6).

“Tentunya efek pandemi ini sangat membawa dampak signifikan penggunaan internet di Indonesia,” lanjutnya.(ttf/arh)

kutipan : cnnindonesia.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *