Kamis , 21 Oktober 2021

Tahun Berduka dan Seruan Bendera Setengah Tiang Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyerukan pengibaran bendera setengah tiang sebagai bentuk bela sungkawa terhadap pasien Covid-19 yang terus berjatuhan.

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyebut tahun ini sebagai tahun duka cita. Ia menyoroti jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

“Jika memang keadaan tidak membaik, tidak ada salahnya apabila bangsa Indonesia mengibarkan bendera merah putih setengah tiang sebagai ungkapan belasungkawa,” tulis Mu’ti lewat akun Twitter @Abe_Mukti, Selasa (6/7). Ia telah mengizinkan cuitannya untuk dikutip.

Pemerintah Indonesia telah melaporkan 2.345.018 kasus Covid-19 sejak pandemi berlangsung. Sebanyak 61.868 orang telah meninggal dunia karena penyakit itu.

Dalam beberapa hari terakhir, Indonesia selalu melaporkan tambahan kasus dan kematian dalam jumlah tinggi. Pada Selasa (6/7), Indonesia melaporkan kematian 728 orang karena Covid-19, tertinggi sejak Maret 2020.

Mu’ti mengkhawatirkan kesiapan fasilitas kesehatan menghadapi kondisi saat ini. Ia berpendapat jumlah pasien yang wafat akan kian bertambah.

“Jumlah yang wafat terus meningkat seiring keterbatasan fasilitas dan pelayanan rumah sakit,” ucap Mu’ti.

Seruan Muhammadiyah untuk mengibarkan bendera setengah tiang direspons beragam. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan selawat dan ibadah sebagai respons terhadap keadaan pandemi.

Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal mengajak masyarakat berselawat dan beribadah. Ia ingin masyarakat mengambil hikmah dari keadaan saat ini, salah satunya berbuat baik karena ingat kematian.

“Kalau kita dengan cara menyelenggarakan doa munajat selawat nariyah. Kita harus senantiasa berprasangka baik kepada Allah,” ujar Helmy saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Hal serupa juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua MUI Cholil Nafis menghargai seruan bendera setengah tiang Muhammadiyah sebagai sebuah ekspresi.

Cholil menyampaikan siapapun punya cara masing-masing merespons keadaan pandemi. MUI lebih memilih untuk memperbanyak ibadah di tengah kondisi saat ini.

Monggo yang lain mau setengah tiang, mau apa. kalau MUI ya zikir dan istigasah. Zikir dan mohon ampun, pertolongan pada Allah,” tutur Cholil saat dihubungi CNNIndonesia.com.

(dhf/psp)cnnindonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *