Sabtu , 19 Juni 2021

Terungkap Nurdin Abdullah Minta Dana Operasional Rp 1 M ke Kontraktor

Sidang terdakwa pemberi suap Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah, Agung Sucipto alias Anggu mengungkap sejumlah fakta baru. Ada saksi yang mengaku pernah diperintahkan Nurdin untuk meminta dana operasional Rp 1 miliar ke kontraktor.

Saksi tersebut ialah mantan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti, yang memberikan keterangannya dalam sidang terdakwa Anggu di Pengadilan Negeri (PN) Makassar pada Kamis (27/5/2021) lalu.

“Jadi suatu ketika kami diminta ke Rujab -rumah jabatan- oleh gubernur melalui ajudan Pak Syamsul Bahri, kami melaporkan progres lelang yang sementara berlangsung. Kemudian beliau membutuhkan operasional Rp 1 miliar. Jadi beliau tanya saya siapa yang bisa membantu?,” ungkap Sari dalam persidangan.

Sebagai bawahan Nurdin Abdullah yang pernah berinteraksi dengan sejumlah kontraktor, Sari lantas memberikan rekomendasi sejumlah nama kontraktor yang bisa dimintai dana operasional Rp 1 miliar. Nurdin kemudian memilih salah satu kontraktor.

“Jadi waktu itu beliau pilih H Momo (salah satu kontraktor). Pak Nurdin mengatakan beliau (H Momo),” kata Sari.

Sari kemudian menghubungi H Momo untuk menyampaikan permintaan dana operasional Rp 1miliar dari Nurdin Abdullah. H Momo sendiri pun bersedia memberikan dana operasional Rp 1 miliar yang dimaksud.

“Dia (H Momo) menyampaikan kesediaannya melalui orang kepercayaan nya H Boi. H boi menyerahkan di penginapan samping (salah satu rumah sakit di Makassar). Orang kepercayaannya sempat mengontak saya bahwa sudah siap,” ujar Sari.

Uang pemberian H Momo melalui ajudannya tak langsung diberikan ke Nurdin Abdullah. Sari lebih dulu membawa uang itu ke rumah salah satu kemenakannya di Makassar. Uang itu dikemas kembali ke sebuah koper.

Beberapa hari kemudian, kata Sari, salah satu ajudan Nurdin menghubungi Sari untuk menyampaikan perintah Nurdin ke Salman agar segera mengambil uang dari H Momo tersebut.

“(Salman) Bilang ‘Bu Sari saya mau ambil mi (uang bantuan operasional Rp 1 miliar dari H Momo)’. Saya sampaikan bahwa ada di rumah kemenakan saya,” beber Sari.

Sari yang saat itu sedang ada kegiatan lalu meminta kemenakannya untuk menyerahkan Rp 1 miliar tersebut ke ajudan Nurdin Abdullah.

“Saya telepon saya punya kemenakan untuk bisa bertemu (dengan ajudan Nurdin atas nama Salman) di apartemen Vida View,” ungkapnya.

Menurut Sari, uang Rp 1 miliar itu diserahkan kemenakannya ke ajudan Nurdin di salah satu apartemen di Kota Makassar. Keduanya langsung melakukan transaksi di dalam mobil.

Diakui Sari, sebagai Kepala Biro Barang dan Jasa di Pemprov Sulsel dirinya memang sering diminta menghadap ke Nurdin Abdullah, baik di rumah jabatan di rumah pribadi. Pada kesempatan tersebut, Nurdin meminta Sari untuk memenangkan kontraktor tertentu dalam proses lelang proyek, termasuk Agung Sucipto.

Dari proses memenangkan kontraktor titipan Nurdin itu, Sari mengakui sering menerima sejumlah dana dari kontraktor, yang totalnya mencapai Rp 160 juta. Pengakuan Sari ini terungkap dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sari yang dibacakan Jaksa KPK.

“Dalam BAP saudara (Sari Pudjiastuti) nomor 23, diserahkan kepada saudara Rp 160 juta yang ‘saya terima dari beberapa sumber’, H Indar Rp 50 juta, Kemal Rp 50 juta, H Momo Rp 35 juta, Agung Sucipto Rp 25 juta?,” tanya Jaksa KPK kepada Sari dalam sidang.

Sari yang tak mampu mengelak lalu membenarkan pertanyaan Jaksa KPK tersebut. “Betul,” jawab Sari.

Hermawan Mappiwali – detikNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *