Kamis , 29 Juli 2021

Tingkatkan Fungsi Motorik dengan Akupunktur pada Rehabilitasi Pasca Stroke

Stroke menempati urutan kedua sebagai penyebab utama kematian di dunia. Seperti yang diketahui, stroke merupakan keadaan darurat medis ketika pasokan darah keotak berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Selain menyebabkan kematian, stroke berisiko terjadi kecacatan bagi penderitanya. Oleh karenaitu, pentingnya rehabilitasi/ pemulihan setelah serangan stroke untuk menghindari kecacatan.

Salah satu terapi yang sangat dianjurkan dalam rehabilitasi pasca stroke adalah akupunktur medik. Akupunktur medik merupakan terapi dengan metode menusukkan jarum di anggota tubuh pasien pada titk-titik yang ditentukan.

“Akupunkturmedika dalah cabang ilmu kedokteran berlandaskan pada ilmu biomedik dan tujuannya promotif, preventif, kuratif, rehabilitative,” jelasdr. Imtiaz AmrinusantaraSurapaty, Sp.Ak pada Rabu (16/062021).

Terapia kupunktur bisa digunakan sebagai upaya preventif (pencegahan) dari penyakit stroke bila seseorang telah memiliki faktor risiko stroke, seperti riwayat diabetes, tekanan darah tinggi, kolestrol tinggi, dan lain-lain. Namun jika seseorang sudah terkena stroke, terapi akupunktur juga bisa digunakan sebagai tindakan rehabilitatif (pemulihan).

Peran akupunktur bagi pasien stroke adalah membantu meregenerasisaraf yang terkena dengan menstimulasi membentuks elbaru, melancarkan aliran darah, menghambatataumencegahkematiansel yang begitucepat, meningkatkanfungsimotorik, membantujikaadagangguanmenelan, mengurangikecemasan, sertamemperbaikigangguanmemori.

Fasepemulihan pada stroke umumnyaberlangsung 1-6 bulanpascaseranganstroke. Faseinimerupakanfasepentinguntukpemulihanfungsional (golden period). Manfaatkan di waktutersebutdenganmelakukanterapi, termasukterapiakupunktur. Akupunturbiasanyaakandilakukansebanyak 2 hingga 3 kali seminggudengan minimal 12 kali pengobatan.

“Setelah 6 bulantetapdilakukan agar tidakkakuotot-ototnya, cumaya paling intens di 1-6 bulan,” lanjutdokter yang akrabdisapasebagaiDokterTiaz.

Efeksamping yang ditimbulkandariakupunkturialah hematoma ataubintikkebiruan dan nyeri di permukaankulit. Selanjutnya, ada pula risikoinfeksi. Namuninfeksiakibatakupunkturdapatdiminimalisirdenganmenggunakanjarumsekalipakai pada satupasiensehinggajarumtetapsteril. Secaraumum, tindakanakupunktur minim efeksamping dan merupakantindakan yang aman, terlebihbiladilakukandengantenagamedis yang kompeten.

“Menentukantitikakupunktur juga dilakukandengantenaga yang berkompeten, sesuaianatomitubuh, tidaksembarangmenusuk. DIlihat juga darijenisjarumnya, carapenusukannya, supayatidakterjadiinfeksi.” ucapDokterTiaz.

Akupunkturbisadilakukanuntukusialebihdari 6 bulanhinggalansia, tentunyadenganmenilaikondisipasienterlebihdahulu.

Terdapatberbagaimacammodalitasakupunktur. Misalnyamandiriakupunkturdenganmenggunakanjarum, elektroakupunkturdenganstigmatorlistrik, laserpunkturdenganmenggunakanalat laser intensitasrendah, akupunkturtanambenangdenganmemasukanbenangkhususkedalamtitik-titikakupuntur, dan modalitasfarmakopunkturdenganmemasukkanzat-zattertentukedalamtitik-titikakupunktur.

Pada saatkondisipandemi COVID-19, tentunyaterapiakupunkturdilakukandenganmenerapkanprotokolkesehatan yang ketat. Untukmengurangikunjungankerumahsakit, pasien stroke bisamemanfaatkanmodalitasakupunkturtanambenang.

“Karena denganpenanamanbenang di titikakupunktur, dia (pasien) akanmenyebabkanperasaan yang terus-menerus di titikakupunkturtadi dan memangmengurangifrekuensidatangkerumahsakit. Nah itu yang banyakdigunakan oleh pasien stroke.” pungkasDokterTiaz.

(Sumber: Talkshow Radio Kesehatan via Suara Celebes FM Makasar)

(mps)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *