Rabu , 28 September 2022

Wapres Canangkan Program Tahun Keselamatan, Ini Penjelasannya

Pemerintah mencanangkan program Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan 2017-2018 pada Minggu, 30 Jui 2017. Dikutip dari siaran pers Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), peresmian program tersebut dipimpin oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, didampingi sejumlah menteri dan kepala lembaga negara.

Implementeasi program tersebut ditandai dengan deklarasi bersama Kalla. Hadir di antaranya Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, dan Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

Basuki mengatakan, kementeriannya bertanggungjawab membangun sarana dan prasarana jalan dan jembatan. Stelah pembangunannya selesai, diperlukan regulasi untuk menciptakan sistem transportasi dan lalu lintas yang baik. “Yang sangat penting adalah perilaku dari pengendara dalam menggunakan prasarana dan  mematuhi peraturan dan rambu lalu lintas, menjaga kondisi diri dan kendaraan,” tutur Basuki.

Program ini digagas Polri yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas. Dalam pencanangan program itu, berbagai menteri dan kepala lembaga negara pun mendeklarasikan pernyataan untuk mendukung program tersebut.

Sarana prasarana jalan maupun rambu dan peraturan yang sudah ada dinilai tak cukup untuk menjamin keselamatan pengendara. “Diperlukan tiga hal, yakni sarana dan prasarana, regulasi yang memadai, dan perilaku pengendara, agar terwujud keselamatan berlalu lintas.”

Dalam pencanangan program tersebut, Kalla berinteraksi dengan Kepolisian Daerah dari sejumlah lokasi di Indonesia melalui aplikasi video conference. Acara  diselingi penyerahan penghargaan dukungan keselamatan berlalu lintas pada arus mudik lebaran 2017. Kementerian PUPR pun memperoleh penghargaan atas dukungan infrastruktur, yang diterima oleh  Direktur Jenderal Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto.

Program Pencanangan Tahun Keselamatan untuk Kemanusiaan 2017-2018 merupakan implementasi Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dalam rangka menurunkan tingkat kecelakaan nasional. Dengan mengusung slogan ‘stop pelanggaran, stop kecelakaan, keselamatan untuk kemanusiaan’, program ini juga mendukung Decade of Action for Road Safety 2011-2020 yang digagas Perserikatan Bangsa Bangsa pada 2010 silam.

(tempo.co-yohanes paskalis pae dale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.