Selasa , 5 Juli 2022

Waspada 3 Modus Penipuan WhatsApp yang Marak Ditemui

Siapa saja yang bisa jadi korban penipuan WhatsApp. Apa saja modus penipuan WhatsApp yang kini marak dan patut diwaspadai?

Berbagai penipuan itu menggunakan motif yang berbeda-beda. Mulai dari meminta uang, mengambil alih akun WhatsApp, menawarkan hadiah, hingga mengaku dari pihak bank.

Anda harus waspada. Pasalnya, para penipu ini lihat menggunakan sejumlah trik untuk mengelabui korban.

Modus Penipuan WhatsApp
Modus penipuan ini muncul dalam bentuk dan akan berubah seiring waktu.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengenai berbagai jenis modus penipuan berbasis siber agar bisa lebih berhati-hati. Berikut di antaranya.

1. Modus klik tautan

Pernah mendapatkan pesan dari nomor tak dikenal yang berisi tautan tertentu? Jika iya, maka berhati-hatilah. Jangan pernah untuk membuka tautan tersebut.

Tautan tersebut dikirim agar penipu bisa membajak akun Anda. Dengan demikian, data pribadi Anda berisiko disalahgunakan.

Tak hanya pada orang tak dikenal, hindari juga membuka tautan mencurigakan yang dikirim oleh seorang kerabat secara broadcast atau di dalam obrolan grup.

2. Modus minta tolong

Pura-pura meminta tolong menjadi salah satu modus penipuan WhatsApp yang paling sering ditemukan. Dalam modus ini, penipu akan menggunakan foto dan biodata orang yang Anda kenal.

Setelahnya, penipu akan mengirimkan pesan yang berisi permintaan tolong, seperti peminjaman uang, pada Anda.

Anda perlu melakukan verifikasi pada orang yang Anda kenal, yang datanya digunakan untuk penipuan tersebut. Jika dirasa tidak logis, segera blokir dan laporkan kontak tersebut.

3. Kode OTP

Kode OTP merupakan salah satu modus penipuan WhatsApp yang kerap digunakan penipu untuk mengelabui seseorang.

Pada modus ini, pelaku umumnya akan mengaku salah kirim pesan dengan meminta Anda mengirimkan kode 6 digit khusus di kotak pesan ponsel.

Jangan berikan kode OTP yang diminta demi mengamankan akun WhatsApp Anda.

Selain pembajakan, modus kode OTP juga berisiko membuat data pribadi Anda disalahgunakan oleh pelaku.

(tim/asr)

kutipan : cnnindonesia.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *