Senin , 4 Juli 2022

Jokowi Minta Kandidat di Pilkada 2018 Tidak Gunakan Kampanye Hitam

Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para kandidat yang bertarung dalam pilkada 2018 menghindari kampanye hitam. Persaingan antarkadidat, kata dia, harus dilakukan secara sehat.

“Antar kandidat jangan sampai saling mencela, jangan saling menjelekkan. Apalagi memakai black campaign, kampanye hitam harus betul-betul kita hilangkan dari proses-proses demokrasi kita,” ujar Jokowi di Nusa Tenggara Timur, Senin, 8 Januari 2018, sebagaimana siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi kepada para jurnalis seusai memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 8 Januari 2018. Seperti diketahui, proses pendaftaran calon kepala daerah mulai berlangsung pada hari ini, hingga 10 Januari 2018.

Jokowi menuturkan demokrasi di Indonesia harus mencerminkan karakter-karakter keindonesiaan, yakni karakter yang penuh kesantunan, tidak saling menjelekkan, dan tidak saling mencela. Jokowi mempersilakan kepada para kandidat untuk bersaing secara sehat agar pilkada berlangsung aman dan damai.

“Silakan adu prestasi, adu rekam jejak, adu track record, adu ide, adu gagasan, adu program, adu rencana-rencana. Saya kira yang dimunculkan harus seperti itu,” ujar Jokowi.

Terkait keikutsertaan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam pilgub Jatim, Jokowi belum bersedia memberikan tanggapannya apakah akan diganti atau tidak. Hal ini dikarenakan hingga saat ini dirinya masih belum menerima laporan secara resmi.

tempo.co (amirullah/kukuh s. wibowo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *