Selasa , 26 Oktober 2021

Partisipasi Pemilih Sulsel Ditaksir Rendah

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Selatan merasa dibayangi persoalan rendahnya tingkat partisipasi pemilih jelang pemilihan gubernur setempat pada 2018.

Alasannya, menurut Ketua KPU Sulsel Iqbal Latief, berdasarkan pengalaman dua pemilihan gubernur terakhir, tingkat partisipasi cenderung menurun,

Ia menyebutkan, pada pemilihan Gubernur 2008 partisipasi pemilih hanya 72{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8} dari total 5,2 juta lebih pemilih. Lalu pada 2013 partisipasi menurun jadi 70{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8} dari sekitar 6,2 juta pemilih.

“Kalau 2018 turun lagi, bisa dipertanyakan bagaimana kualitas demokrasi di Sulsel. Sedangkan yang bertugas menjaga itu, salah satunya KPU,” kata Iqbal, Senin (18/9).

Iqbal mengatakan, pada pilgub 2018 KPU Sulsel menargetkan tingkat partisipasi 78{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8}. Itu sedikit lebih tinggi dibandingkan target nasional 77,5{5c6035bc9bc3e42f8f76ccddb29163f080ba93640ca5c195f33e55f280cccea8}. Pihaknya optimistis target bisa tercapai jika sosialisasi dimaksimalkan sejak jauh hari.

“Makanya kita gencar sosialisasi dengan mendatangi masyarakat di berbagai tempat-tempat keramaian,” ujar Iqbal.

Menurutnya, tingkat partisipasi masyarakat juga tergantung pada data kependuduk­an. Pemilik hak pilih bisa jadi tidak bisa ikut serta pada pesta demokrasi jika tidak terdaftar secara sah. Kare­nanya, masyarakat diimbau agar turut aktif memastikan dirinya masuk terdata, melalui perekaman data KTP-E.

“Kami terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Berdasarkan data terakhir, masih ada 400 ribu wajib KTP yang datanya belum terekam. Mudah-mudahan ini bisa teratasi secepatnya,” lanjut Iqbal.

Sementara itu, KPU Kota Sukabumi, Jawa Barat, be­rencana memetakan daerah-daerah yang terindikasi tingkat partisipasi pemilihnya setiap kali pesta demokrasi selalu rendah. Hasil pemetaan itu nantinya akan digunakan sebagai acuan agar sosialisasi di wilayah tersebut bisa terus digenjot mendekati pelaksanaan Pilwalkot Sukabumi dan Pilgub Jabar 2018.

“Dibahas juga soal titik-titik mana saja yang dianggap lemah tingkat partisipasi pemilihnya dari tujuh kecamatan di Kota Sukabumi. Kita sedang menganalisisnya sehingga ke depan bisa kami hired dalam sosialisasinya,” terang Komisioner KPU Kota Sukabumi Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Sri Utami, kepada wartawan, kemarin.

mediaindonesia.com (ln/bb/ld/e-4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *