Kamis , 21 Oktober 2021

PDIP Bisa Cetak Sejarah Politik Indonesia

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait mengatakan partainya bisa mencatat sejarah dalam perpolitikan Indonesia jika menang berturut-turut dalam Pemilu 2019 nanti. Hal ini dikatakan setelah menghadiri konferensi pers terkait peta calon presiden dan partai politik bertajuk “Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019”.

“Jika ditahun 2019 PDIP menang maka PDIP adalah partai pertama yang bisa menang dua kali berturut-turut pasca reformasi, artinya memelihara kepercayaan itu jauh lebih sulit dari pada merebut kemenangan,” kata Maruarar di Ruang Atanaya II, Ground Floor Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta pada Minggu, 3 Desember 2017.

Hasil Survei yang dilakukan oleh Indo Barometer tersebut menempatkan posisi PDIP sebagai partai yang dipilih paling banyak 30.2 persen, diikuti Golkar 12.5 persen, Gerindra 10.8 persen, Demokrat 7.7 persen dan PKB 6 persen.

Maruarar melihat data yang ada pasca reformasi tahun 1998 ini sangat menarik. Menurut dia, jika Pemilu pertama di tahun 1999 yang menang adalah PDIP secara legislatif, kemudian di tahun 2004 yang menang Golkar, dilanjutkan 2009 yang menang Demokrat dan 2014 adalah PDIP.

“Artinya apa, ternyata tidak ada partai yang bisa menang dua kali berturut-turut pasca reformasi, nah ini waktunya PDIP menjadi sejarah karena Pemilu tinggal kurang lebih dua tahun lagi. Sekarang suara PDIP 30.2 persen jauh diatas partai lain dan jauh diatas perolehan 2014 lalu”, kata politisi muda itu.

Empat kali Pemilu dimenangkan oleh empat partai yang berbeda disetiap pemilu, Maruarar juga berujar, posisi ini harus dijaga PDIP yang konsisten mendukung Jokowi dan pancasila.

“Kemudian juga PDIP harus tetap menjauhkan korupsi dari kader-kadernya, saya rasa kita akan membuat sejarah untuk pertama kali sebagai partai yang dua kali berturut-turut menang pemilu legialatif”, ujar dia.

kompas.com (widiarsi agustina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *