Senin , 27 September 2021

Sistem Zonasi Bikin Sekolah Kekurangan Siswa

Diterapkannya sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini membuat sejumlah sekolah kekurangan siswa.

Di antaranya SMAN 5 Kota Magelang, Jawa Tengah.

Sekolah yang dikenal sebagai pencetak atlet-atlet berprestasi ini justru kekurangan siswa.

Dari kuota 288 siswa, hanya ada 277 pendaftar.

“Sampai akhir PPDB online serentak sampai gelombang dua, hanya ada 277 siswa,” ujar Kepala SMAN 5 Magelang, Agung Mahmudi, kemarin.

Padahal, kata Agung, SMAN 5 Magelang kerap kebanjiran pendaftar.

Diduga akibat zonasi, 22 SMP Negeri di Klaten, Jawa Tengah, tidak terpenuhi kuotanya.

Contohnya di SMP Negeri 3 Karanganom.

Hingga penutupan, hanya ada 12 pendaftar. Jumlah ini belum memenuhi satu rombel (rombongan belajar) yang berjumlah 20 siswa.

Padahal, kata Kasi Kurikulum dan Penilaian Bidang SMP Disdik Klaten, Lasa, kuota SMP Negeri 3 Karanganom 100 orang.

Dengan demikian, sekolah itu kekurangan 88 siswa.

Di lain hal, akibat belum tercapainya kuota siswa di beberapa sekolah di DI Yogyakarta, sekolah-sekolah diperbolehkan membuka pendaftaran secara offline hingga 14 Juli.

“Setelah pendaftaran offline ditutup, pihaknya akan meminta pihak sekolah untuk membuat laporan,” kata Kadisdik Pora DIY Baskara Aji.

Baskara Aji juga menyoroti beberapa jurusan SMK yang tidak diminati siswa sehingga kuota SMK tersebut belum terpenuhi yaitu kelautan, pertanian, bangunan, dan kriya.

Kondisi di DIY berbanding terbalik dengan kondisi penerimaan siswa SMP di Bandung Barat.

SMP Negeri di Bandung Barat tidak bisa menampung seluruh lulusan SD.

(mediaindonesia.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *